CEO Ducati Ungkap Penyebab Kesalahan Marquez: Kepercayaan Diri Berlebih.
![]() |
| Claudio Domenicali kiri, Davide Tardozzi Kanan |
Bos Ducati, Claudio Domenicali, memberikan pujian atas usaha keras Marc Marquez di awal musim MotoGP 2025. Ia juga memberikan pandangannya terkait kecelakaan yang dialami Marquez saat balapan di Jerez.
Pembalap Spanyol dengan nomor #93 dengan cepat memberikan penjelasannya terkait insiden di Texas, Amerika Serikat, berbeda dengan kecelakaan yang dialaminya di Jerez. Ia mengaku kurang memahami penyebab pasti insiden tersebut. Menurut Francesco Bagnaia, kemungkinan perubahan perilaku motor Desmosedici GP25 saat berada di belakang motor lain dan terkena udara kotor menjadi salah satu faktornya. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi Marquez, yang bahkan menyatakan bahwa kesalahan seperti itu tidak boleh terulang jika ia ingin meraih gelar juara dunia kesembilannya.
Sementara itu, kemenangan Alex Marquez (#73) memastikan Ducati meraih kemenangan ke-22 berturut-turut di kelas utama, menyamai rekor yang sebelumnya dipegang Honda pada musim 1997 dan 1998 di kelas 500 cc. Kemenangan ini menjadi kemenangan balapan utama pertama bagi Alex Marquez sejak ia berkompetisi di MotoGP. Berkat penampilan gemilangnya, ia kini memimpin klasemen sementara pembalap dengan selisih satu poin dari kakaknya, Marc, yang meskipun sempat mengalami insiden, berhasil kembali ke lintasan dan finis di posisi ke-12.
Claudio Domenicali, CEO Ducati, turut hadir di lintasan Andalusia untuk merayakan pencapaian bersejarah pabrikan Borgo Panigale yang semakin menunjukkan dominasinya di MotoGP. Dalam keterangannya kepada 'GPOne', Domenicali menjelaskan betapa pentingnya rekor ini bagi Ducati.
"Momen ini sungguh luar biasa," ujar Domenicali. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras yang telah dilakukan sejak lama, berkat motor yang mumpuni dan para pembalap yang tangguh. Namun, ia juga menyoroti kekuatan Fabio Quartararo pada hari Minggu itu, yang menunjukkan bahwa pabrikan lain juga bekerja keras, terutama dengan adanya keuntungan konsesi. Domenicali mengingatkan bahwa Ducati tidak berkompetisi dengan aturan yang sama seperti pabrikan lain yang memiliki kesempatan lebih banyak untuk pengujian dan pengembangan mesin. Ia memprediksi bahwa perbedaan performa akan semakin menipis dan pabrikan lain akan berusaha mengejar mereka.
Lebih lanjut, Domenicali menganalisis kecelakaan yang dialami Marquez. Ia menilai bahwa pembalap Spanyol tersebut terkadang terlalu percaya diri, meskipun ia memaklumi hal itu mengingat level kemampuan Marquez yang sudah terbukti.
"Marc tampil luar biasa, dia mengendarai motor dengan sangat baik," kata Domenicali. Ia menambahkan bahwa Marquez sesekali melakukan kesalahan kecil karena terlalu percaya diri, namun secara keseluruhan menunjukkan penguasaan yang baik terhadap motornya. Domenicali berharap kesalahan-kesalahan kecil tersebut tidak akan menjadi masalah besar untuk saat ini.
Kemudian, Domenicali juga mengomentari balapan Bagnaia yang finis di posisi ketiga. Ia menilai bahwa posisi tersebut kurang maksimal bagi Bagnaia, yang sebelumnya telah memenangkan tiga balapan terakhir di Jerez. Domenicali menjelaskan bahwa Bagnaia masih kurang mendapatkan feeling yang diinginkannya dari motor musim ini untuk melakukan manuver menyalip seperti tahun lalu, dan tim sedang berusaha untuk mengatasi situasi ini.
Mengenai Alex Marquez, Domenicali menyatakan bahwa ia sama sekali tidak terkejut dengan kemenangan perdana pembalap tersebut di MotoGP. "Dia sudah memperlihatkan performa yang luar biasa di beberapa balapan sebelumnya. Di Jerez, ia membalap dengan sangat baik, bravo!" pujinya.
Terakhir, ketika ditanya mengenai harapannya untuk kemenangan ke-23 Ducati secara beruntun di Grand Prix berikutnya di Le Mans dalam dua minggu mendatang, bos Ducati ini memilih untuk tetap realistis. "Kami akan pergi ke Prancis untuk menjalani balapan yang baik, dan kita lihat saja nanti hasilnya," pungkasnya.

Post a Comment for "CEO Ducati Ungkap Penyebab Kesalahan Marquez: Kepercayaan Diri Berlebih."